Telkom Akan Beri Ganti Rugi ke Pelanggan IndiHome

Gambar
Regional News TV , Jakarta - Perusahaan pelat merah, Telkom Group, mengklaim akan melakukan ganti rugi kepada konsumen IndiHome imbas layanan internet yang terganggu sejak Minggu (19/9). Vice President Marketing Management Telkom Edie Kurniawan menjelaskan ketentuan kompensasi mengacu pada kontrak pihak Indihome dengan pelanggan. Edie menjelaskan kompensasi itu berbentuk pengunduran masa pembayaran dari tiap pelanggan, sampai 25 September 2021. Selain itu ada juga pemutihan denda keterlambatan pembayaran layanan internet. "Yang secara automotis berlaku adalah pengunduran masa pembayaran sampai tanggal 25 September 2021 dan peniadaan denda keterlambatan pembayaran," ujar Edie Kurniawan kepada Regional News TV lewat pesan teks, Kamis (23/9) siang. Untuk mengetahui kompensasi yang diberikan, Edie mengatakan pelanggan dapat datang langsung ke pusat pelayanan Telkom terdekat. "Untuk Ketentuan Kompensasi mengacu pada Kontrak berlangganan dan dapat datang di Pl...

Kombes. Pol. Balikpapan Terkena Lemparan Di Lokasi Demo

Regional News, Balikpapan - Gabungan Mahasiswa, Pelajar dan Organisasi masyarakat (Ormas) Balikpapan, kembali menggelar demonstrasi, setelah sehari sebelumnya, melakukan aksi yang sama.

Aksi mereka terkait, pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Aparat gabungan dari unsur Kepolisian, dan TNI telah bersiaga, depan kantor DPRD Balikpapan, Jumat (9/10/2020). 

Aksi gabungan dari kalangan mahasiswa, Pelajar dan Ormas itu, kembali diwarnai kericuhan. Bahkan, mahasiswa sempat ingin merangsek masuk ke dalam gedung dewan.

Sebelumnya, massa lebih dulu berorasi untuk menyampaikan aspirasi. Situasi memanas setelah demonstran melakukan aksi lempar botol air mineral ke barisan aparat keamanan. 

Sekira pukul 17.30 Wita, polisi bergerak cepat dengan menyiagakan pasukan bertameng guna menghalau masa masuk ke dalam gedung dewan.

Tak hanya diam, polisi membalas lemparan massa, dengan balasan gas air mata ke lokasi demonstran. 

Kepulan asap gas air mata menutupi bagian depan gedung DPRD Balikpapan.

Tak sampai disitu, bunyi lontaran gas air mata dari petugas terus menggema di kerumunan demonstran. Tampak sebagian massa berlindung dan menghindari tembakan gas air mata petugas. 

Aparat keamanan disiagakan di lokasi unjuk rasa, mengamankan tiga orang diduga sebagai provokator.

Wakil ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle memberikan pengertian kepada mahasiswa dan mengajak pendemo, untuk berdialog. Namun, para demonstran enggan berdialog. 

"Kami siap memfasilitasi perwakilan dari mahasiswa, ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya. Tapi, mereka juga tidak mau," ungkapnya. 

Bahkan, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), Walikota dan DPRD telah membuat surat untuk Presiden RI, bahwa Mahasiswa dan masyarakat Balikpapan menolak Omnibus Law.

Sabaruddin menyayangkan, aksi demonstran, menolak berdialog. Dikhawatirkan, aksi mereka ditunggangi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Untuk diketahui, Kapolresta Balikpapan Kombes. Pol. Turmudi, mengalami luka di kepala, akibat terkena lemparan para demonstran. 

Sumber : Yudi

Editor : Admin Regional News

Komentar

Anonim mengatakan…
Mantap